Social Icons

Pages

Friday, August 29, 2014

German Cinema Film Festival 2014


Tahun lalu nonton festival ini sama Dhebby tapi tahun ini aku cuma nonton sendirian sedangkan Dhebby sekarang tinggal di Jerman. Pemutaran film selama 2 hari ini ada 6 penayangan film. Khusus Balikpapan untuk hari pertama ada Kohlhaas oder die Verhältnismäßigkeit der Mittel, Ich fühl mich Disco dan Meeres Stille. Lalu di hari kedua ada film Oh Boy, Fenster zum Sommer dan Love Steaks.

Penayangan hari pertama aku nonton film Ich fühl mich Disco. Hubungan seorang anak dan ayah tidaklah harmonis. Minat keduanya juga berbeda, si ayah yang menyukai olahraga bertolak belakang dengan si anak yang lebih suka menghabiskan waktu dirumah bersama ibunya. Suatu saat sang ibu mengalami stroke dan dokter menyatakan bahwa dia tidak akan bangun dari koma. Akhirnya mereka berdua dipaksa untuk mengatasi masalah yang terjadi antara mereka berdua. 
Entah aku yang sudah kehilangan selera humor atau memang film bergenre komedi ini tidak terlalu lucu. Ada beberapa hal yang terlihat masih menggantung seperti, apakah Radu memang gay? Atau kurang intensnya konflik antara si ayah dan anak dan bagaimana mereka menyelesaikannya. Mungkin ada beberapa adegan ciuman antara 2 orang gay yang membuat penonton merasa uncomfortable dan langsung pulang hahahahaha tapi aku tidak mempermasalahkan itu. 
Hal-hal yang sering terjadi saat menonton film festival gratisan seperti ini adalah orang yang sama sekali gak tau klo acara kayak gini gak ada subtitle bahasa indonesia jadi cuma ada subtitle inggris, jadi mereka yang gak begitu ngerti bahasa inggris langsung pergi di tengah film atau biasanya temannya berisik harus terjemahin ke bahasa indonesia. Contoh lainnya adalah karena gak ngerti film apa yang ditonton (karena gratis dan gak berusaha mencari tau filmnya tentang apa), mereka berisik banget nanya ke teman sebelahnya. Kayak rombongan cewek yang duduk di depan dan belakangku.




Hari kedua penayangan aku memilih film Love Steaks. Berkisah tentang 2 orang yang bekerja di sebuah hotel yang sama tetapi berbeda departemen, Clemenz seorang massage therapist dan Lara seorang juru masak. Tidak sengaja bertemu di elevator, itu bukanlah pertemuan pertama mereka karena selanjutnya mereka akan bertemu kembali. Mereka bertemu untuk mengatasi kekurangan masing-masing. 
Perbedaan watak diantara mereka membuat jalan cerita dan juga kisah cinta mereka menjadi menarik untuk disimak. Lara yang bisa dibilang hiperaktif dan ketergantungan alkohol terlihat sangat menyatu dengan Clemenz yang pendiam dan berusaha membantunya lepas dari minum-minuman keras. Pemeran Clemenz yang mirip Joaquin Phoenix bermain dengan apik. Chemistry keduanya terbentuk dengan baik. Great music too.


No comments: